August
6
setelah dua tahun perkenalan lewat friendster dan yahoo messenger akhirnya dia datang ke indonesia. dia, seorang gadis yang dari jarak jauh pun mampu mengaduk-aduk hati saya, kini datang berhadapan muka dengan muka
perasaan saya saat ini agak susah dideskripsikan, ada senang, ada takut, ada harapan, ada kecemasan, ada cinta, ada.. eh benci ga ada siy.. well well.. kalo bisa ditukar dengan permen pasti dapet yang rasa nano nano
hari jumat kmaren (3 agustus 2007) ketemuan untuk pertama kalinya setelah sekian lama bertemanan lewat dunia maya. mau jalan dari kantor ke plangi rasanya perut mules2 gimana gituh, grogi abis.. tapi kalo ga ketemu sayang kan, dia udah jauh-jauh datang. akhirnya jalan juga ke sana (iya jalan kaki, deket kok, tapi ngos-ngosan juga sampe sana)
finally, the moment of truth… dia muncul dari balik pintu dengan senyum ramah dan bersahabat tersungging di bibirnya. my oh my.. bagai melihat kemunculan bidadari turun dari kahyangan, time was frozen. dia secantik yang saya perkirakan selama ini, rambut sebahunya diikat belakang, paras manis, ramah tutur kata, tubuh ramping semampai, bener-bener perempuan idaman lah
saat memandangnya saya berkata dalam hati, saya mau menikah dengan gadis ini (yup, it’s true!)
dalam sekejap saya sudah duduk di dalam, bersama dia di sebelah kanan. saya hanya terpukau memandangnya. tapi di dalam, saya sedang menahan laju seribu banteng liar, ada perasaan yang hendak meledak, ingin saya teriakkan betapa saya merindukannya selama ini (tapi itu akan menjadi pemandangan sinetron yang buruk kalo saya kerjakan)
suasana mulai mencair ketika dia memulai percakapan. saya mendengarkan setiap kata yang keluar dari mulutnya sambil memandangnya lekat-lekat. bukan hanya mata namun seluruh eksistensi saya mengarahkan perhatian padanya. setiap detik berharga, kedatangannya ke indonesia bukan untuk tinggal menetap. kepentingan utamanya adalah untuk membuat student visa sebagai syarat dia tinggal di suatu negri di luar sana, well, at least itu yang saya tahu. september nanti dia balik ke sana.. jadi ya gitu deh, every second counts buat saya
dalam waktu dekat saya memiliki kesempatan untuk menghabiskan waktu bersama dengannya selama kurang lebih satu minggu. kami berencana untuk berlibur ke bali dan lombok. saat ini, dua minggu sebelum liburan itu, i just don’t know what to expect, setelah liburan selesai akankah semuanya baik-baik saja, kepergiannya yang saya tahu antara lima tahun sampai selamanya, akankah saya bertemu lagi dengannya… atau mungkin haruskah saya mengikutinya..
between this world and eternity, she is the one i wish to see